Senin, 19 Januari 2009

17 desemaber kamis sore

kamis malam 16 desember malam tahun baru..
diri ku sampai di kota yang sering di sanjung sanjung di nusantara ini
setelah memasuki kota nya langkah ku arahkan ke Pendopo Nol kilometer.
ku hempaskan ke letihan di atas sopa tua di pojok sambil menghirup ke
sejukan sore itu, mungkin memang berbeda klo di bandingkan masa masa
menir belanda menjadikan bandung sebagai kota peristirahatan, berdasar
bukti bukti yang ada bebera meter dari sana tongkat kota bandung di
tancapkan,. pojok atas bar keliatan poto poto para pemimpim bandung.
tak berapa lama seorang pelayan menghampiri ku
menyapa dengan senyuman khas tanah priangan, sambil menananyakan
adakah sesuatu dapat di bantu.
karna saya baru pertama kali dataeng ke pendopo 0 Km.
saya diajak berkeling sambil memperkenalkan bandung pada saya, seakan
akan semua nya telah di siapkan untuk saya.
sambil mengucapkan terimaksih saya sampaikan pada nya klo saya mau
minum kopi aja
pelayan itu menanyakan apakah saya mau di ambil kan, aku mau bikin
sendiri.
saya coba bikin sendiri aja ujar ku
silahkan bapak di sebelah sana di atas perapian ada 2 buah teko kedua
telah berisi air panas.. di samping nya ada meja kecil, disana ada
beraneka macam kopi di nusantara ini
yup,
saya melangkahkan kaki kesudut ruangan itu di ikututi pelayan tadi
karan saya sedikit bingung memilih kopi nya pelayan tadi datang
menghampiri, maaf adakah yang dapat saya bantu
ujar nya
oya saya mau coba kopi bandung
sambil memperliat kan merek kopi nya kepada saya pelayan bertutur
tentang proses kopi dan awal pendirian nya
minum kopi sama pisang rebus di sore yang indah
gerimis masih aja membasuh debu pada bunga bunga di pinggir jalan.
sambil menghirup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar